Tahdzir Ulama atas Ali Hasan Al Halabi yang Menyimpang..!!

24 01 2009

new1a

Syaikh Ahmad Baazmul mentahdzir buku baru Ali Hasan Al Halabi

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على المبعوث رحمة للعالمين ،
وعلى آله وصحبه الطيبين الطاهرين

Selamatkan agama Anda dan ilmu Anda serta Manhaj Anda, agar (Ali bin Abdul Hamid) Al Halabi tidak dapat merusak agama Anda, sebagaimana dia telah merusak agama selain engkau” !

Pada tanggal 11 January  2009 M pukul 06.07 PM, Syaikh Ahmad Ibn ‘Umar Baazmul – semoga Allah menjaganya – menulis di Sahab.net [1]:

“Maka saya menasehatkan semua saudara-saudara Salafy kita di seluruh dunia untuk beramal sesuai dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ ؟ قال لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ ولائمة الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ”.

(Artinya) :
“Agama adalah nasehat.” Kami berkata, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya dan bagi para pemimpin umat Islam dan seluruh kaum muslimin.” (Diriwayatkan oleh Muslim no 55)

[Nasehatnya adalah] agar mereka berhati-hati terhadap sebuah kitab yang ditulis oleh ‘Ali Ibn Hasan Ibn ‘Abdul-Hamid Al-Halabi, yang diberinya judul :

منهج السلف الصالح في ترجيح المصالح وتطويح المفاسد والقبائح في أصول النقد والجرح والنصائح

Manhajus-Salafis-Saalih fi Tarjihil-Mashaalih wa Tathwihil-Mafaasid wal-Qabaa`ih fi Ushulin-Naqd wal-Jarh wan-Nasaa“ih” (Metode Salafus Shalih dalam Menimbang Maslahat dan Menolak Kerusakan dan Keburukan dalam Prinsip-prinsip Mengkritik dan Mencela dan Nasehat-Nasehat).

Maka kitab ini – wahai saudaraku sekalian – apa yang ada di dalamnya bertentangan dengan judulnya. Sungguh, isinya mengandung berbagai keburukan-keburukan, diantaranya:

[1]: Menetapkan prinsip-prinsip dan landasan yang bertentangan dengan manhaj Salafus Shalih dalam bermuamalah dengan ahlul bid’ah dan ahlul ahwa.

[2]: Mencerca para Ulama Salafiyyah, yang tidak ada keraguan mengenai keadilan dan keshalihan mereka, lewat cara-cara yang mengelabui. Dia memang tidak menyebut nama-nama mereka, tetapi dia menyebutkan perkara-perkara yang setiap Salafy tahu bahwa dia menyiratkan pada mereka. Lantas dia menguraikan dan membesar-besarkan perkara-perkara tersebut dengan cara yang bertentangan dengan kebenaran.

[3]: Pujian dan pemuliaan terhadap ahlul bid’ah dan menggambarkan mereka sebagai Ahlu Tauhid dengan menggunakan prinsip tidak mengkaitkan antara manhaj dengan aqidah. Maka meskipun dia tidak menyebutkan nama para ahlul bid’ah tersebut [di dalam kitabnya], telah diketahui pembelaan dan pujiannya terhadap mereka dalam majelis dan kaset-kasetnya. Diantaranya terhadap orang-orang seperti Muhammad Hasan, [Abul Hasan] Al-Ma’ribi dan Al-Maghrawi.

[4]: Dia membela Jam’iyah Ihyaut Turats dan Jam’iyatul Birr di Dubai dengan pembelaan yang sembrono, yang membuktikan bahayanya penyimpangan yang dimiliki orang ini.

[5]: Dia menggambarkan para pemuda Salafy dalam kitab ini dan kitabnya yang lain dengan gambaran yang bahkan dia sendiri tidak terapkan untuk ahlul bid’ah dan pengikut hawa nafsu. Maka dia menyerang para pemuda Salafy dengan berbagai gambaran dari binatang-binatang yang paling buas, dia mengatakan bahwa mereka adalah, “para penghisap darah” dan bahwa mereka bagaikan lalat dan bahwa, “Mereka pergi tidur di atas sebuah perselisihan dan mereka bangun tidur di atasnya, mereka terus-menerus memikirkannya dan menjadikannya pembicaraan utama mereka! Bahkan, mereka (hampir) tidak memiliki urusan selain tabdi’ (menyatakan orang sebagai ahlul bid’ah), tashni’ (merusak kehormatan) dan tafdhi’ (pemfitnahan)!!” Dan apakah kejahatan Salafiyyin menurutnya? Tidak lain adalah bahwa mereka berbicara menentang Muhammad Hasan dan Al-Ma’ribi dan Al-Maghrawi. Dan siapapun yang membela mereka, maka orang itu juga layak disalahkan dan ditegur. Dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah Yang Maha Agung.

[6]: Apa yang terkandung dalam kitab tersebut dari cara jahat yang digunakan penulisnya – semoga Allah menghitamkan wajah-wajah para ahlul bid’ah – untuk mengadu domba Salafiyyin satu sama lain dan dengan para penguasa mereka.

[7]: Apa yang terkandung dalam kitab tersebut dari sikap kerasnya terhadap Salafiyyin,  (sebaliknya) dan kelembutan, kelembekan, kemurahan dan rasa sayangnya terhadap ahlul bid’ah dan pengikut hawa nafsu.

Dia menyodorkan semua itu dengan metode-metode filosofis dan argumentatif untuk menimbulkan keraguan atas kenyataan lewatnya. Dan dia menutupi kebohongan-kebohongan itu lewat metode-metode tersebut dan dia memperindahnya lewat kalam dan dia menggunakan sajak berirama seperti seorang ahli nujum.

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berkata dengan benar ketika beliau bersabda :
إن من البيان لسحراً

“Sungguh, diantara ucapan terdapat sihir.”

[Shahih: Diriwayatkan Imam Ahmad dalam Al-Musnad (no. 4981), Abu Dawud (no. 4359), At-Tirmidzi (no. 1951) dan Malik dalam Al-Muwaththa` (no. 1564). Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul-Jami’ (no. 2215-2216).]

Maka setelah semua ini – wahai saudaraku sekalian – haruskah kita membaca kitab ini? Maka setelah semua ini – wahai Salafiyyin – adakah orang yang bisa datang dan membela orang ini? Maka berapa lama lagi kita harus tetap diam tentang orang ini? Dan dia bagaikan seorang anak manja yang berbuat sesukanya. Apakah dia mengira bahwa kita ketakutan atau beringsut darinya? Apakah dia mengira bahwa kita akan melihat kedustaannya dan tetap diam tentang dia? Demi Rabb langit dan bumi – tidak!

Kita tidak akan tinggal diam tentang dia dan kita tidak akan fanatik kepadanya. Maka kebenaran lebih kita cintai daripada dia. Selamatkan agama Anda dan ilmu Anda serta Manhaj Anda, agar (Ali bin Abdul Hamid) Al Halabi tidak dapat merusak agama Anda, sebagaimana dia telah merusak agama selain engkau.

Saya memohan kepada Allah untuk membimbing orang ini kepada kebenaran atau untuk menjaga kita dari kejahatannya.

Saudaramu tercinta,
Ahmad Ibn ‘Umar Ibn Salim Bazmul

Sumber : http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=9&Topic=7781 diterjemahkan oleh Maaz Qureshi. Sumber asli http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=364496.

Catatan :
Insya Allah, terjemahan berseri dari hujjah yang kuat, bantahan yang ilmiah, Tanbihul Fatiin li Tahaafut Ta’siilat ‘Ali Al Halabi Al Miskin (Peringatan yang cerdas tentang Prinsip yang Tidak Masuk Akal dari Ali Al-Halabi Al-Miskin), dari Sa’d Ibn Fathi az-Za’tari (Syaikh Abi Abdirrahman Sa’ad ibn Fathi ibn Sayyid az-Za’tari) – yang sudah mendapat pujian dari para Ulama – akan menyusul dalam beberapa hari mendatang – disertai pernyataan pujian para ulama tentangnya

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Segala puji bagi Allah dan semoga selalu tercurah Shalawat dan Salam selalu tercurah atas Rasulullah, dan keluarganya, Sahabatnya dan para penolongnya.

Amma Ba’du :

Berita gembira kepada seluruh Salafiyyin di manapun akan kabar baik, yang tentu saja pujian dari Ulama kita, pembawa bendera Jarh dan Ta’dil (Ilmu kritikan dan pujian), Rabi’ bin Hadi Al Madkhaali, semoga Allah memelihara beliau (dari seluruh keburukan), atas buku ” Peringatan yang cerdas tentang Prinsip yang Tidak Masuk Akal dari Ali Al-Halabi Al-Miskin” yang telah ditulis dengan Syaikh Abi ’ Abdur-Rahmaan Saýid bin Fathi bin Sa’ad az-Za’tari.

Sehingga, aku menanyai (Rabi’ bin Haadi al-Madkhaali), semoga Allah menjaganya, tentang pendapatnya terkait buku itu?

Lantas beliau (Rabi’ bin Haadi al-Madkhaali), hafidhahullah, berkata: “Aku sudah membaca buku secara keseluruhan, dan penulis telah melakukan baik sekali. Dan al-Halabi telah ditundukkan dalam (penjelasannya) dalam berbagai kasus-kasus yang berbeda, dan telah dibuat bantahan untuk meluruskan cara berpendirian (Ali Hasan). Dan hal itu adalah tentu saja bantahan yang didasarkan hujjah yang kuat, masya Allah Ta’ala, semoga Allah memberikan balasan yang setimpah yang jauh lebih baik.”

Aku sudah menulis hal ini pada (tanggal) : 15/01/1430AH ( 12/01/2009)

Segala puji bagi Allah, Tuhan dari Semesta Alam. Semoga shalawat dan salam tercurah atas pemimpin yang pertama dan terakhir,  Nabi Muhammad, shallallaahu ’ alaihi was salam)

Dari orang yang mencintai Anda karena Allaah:

Ahmad bin ’ Umar bin Saalim Bazmul

Sumber : http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=9&Topic=7781 diposting oleh Abu Zaki ‘Umar Ibn Ismaa’il  (Toronto, Canada). Sumber B. Arab http://albaidha.net/vb/showthread.php?t=12937.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: