Kesesatannya Jamaah Tabligh..!!

10 01 2009

Sesatkah Jamaah Tabligh?
Penulis: Al Ustadz Muhammad Ali Ismah Al Medani

Bagi seorang yang ingin mengetahui kesesatan sebuah paham atau kelompok hendaknya dia mengetahui terlebih dahulu mana pemahaman yang benar dan mana pemahaman yang salah. Banyak kita saksikan seseorang kebingungan bila dia mendengar atau membaca pernyataan bahwa : Ini adalah pemahaman yang sesat dan itu adalah pemahaman yang menyeleweng! Mengapa dia bingung. Hal itu terjadi tidak lain karena dia belum mengetahui perkara yang benar dan yang salah. Kebingungan ini tidak hanya melanda orang awam saja. Akan tetapi para pelajar, mahasiswa, dan kalangan intelek pun mengalami hal yang sama. Untuk itu sudah seharusnya seorang itu terlebih dahulu mengetahui kebenaran sehingga bila diajak berbicara tentang firqah-firqah sesat semacam syi’ah, mu’tazilah, jahmiyah, dan lain-lainnya tidak akan merasa heran. Begitu juga berkaitan dengan tema yang akan kita angkat kali ini tentang jamaah tabligh. Sudah semestinya seorang Muslim mempelajari kebenaran yang terdapat pada manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah dan bagaimana sikapnya terhadap jamaah ini.

Sesatkah Jamaah Tabligh?
Tidak diragukan lagi bahwa jamaah tabligh adalah suatu kelompok dakwah yang telah menyebar kemana-mana. Tapi sebenarnya bagaimana jamaah ini bila dilihat dengan kacamata ajaran Islam. Kalau kita menengok sejarahnya, jamaah ini dirintis oleh Muhammad Ilyas Ad Diyobandi Al Jisti Al Kandahlawi kemudian Ad Dahlawi. Dia adalah pendiri jamaah tabligh di India. Dia pula yang merancang dan merumuskan ushulus sittah (enam dasar) ajaran jamaah tabligh. Ini dengan isyarat gurunya, Rasyid Ahmad Kankuhi Ad Diobandi Al Jisti An Naqsyabandi dan Asyraf Ali At Tanuhi Ad Diobandi Al Jisti. (Lihat Al Qaulul Baligh fit Tahdzir min Jama’atit Tabligh oleh Syaikh Hamud At Tuwaijiri halaman 24).

Kemudian dilanjutkan gerakan ini oleh anaknya, Yusuf. Dan pimpinan mereka sekarang adalah In’amul Hasan. (Halaman 7) Jamaah ini dibangun di atas empat jenis tarekat sufi : Jistiyah, Qadiriyah, Sahrawardiyah, dan Naqsyabandiyah. Di atas empat tarekat sufi inilah In’amul Hasan membaiat para pengikutnya yang telah dianggap pantas untuk dibaiat. (Halaman 7-8). Dari sini telah nampak jamaah tabligh tidaklah mendasarkan pemahamannya kepada pemahaman Salaf Shalih sebagai dasar pemahamannya pasti sesat. Dan berikut ini kita akan mendapatkan bukti nyata kesesatan mereka. Penampilan zuhud jamaah tabligh telah menipu sebagian besar kaum Muslimin sehingga ketika ada orang yang menyatakan bahwa mereka adalah kelompok yang sesat tiba-tiba terkejut sambil berkata : “Apakah orang-orang yang zuhud seperti itu sesat dan salah.!” Rupanya, orang-orang seperti ini tidak paham pokok dan dasar Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam menilai sesat atau tidaknya suatu kelompok tertentu. Mereka mengukur baik dan buruk hanya dari segi penampilan luar tanpa melihat bagaimana keadaan dalamnya.

Para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah orang yang arif dan bijaksana. Mereka menghukumi kelompok atau perorangan tidaklah berdasarkan hawa nafsu atau karena sakit hati tetapi dengan ilmu dan bukti-bukti otentik yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah dan semua makhluk. Berapa banyak orang-orang sufi yang berpenampilan sederhana dan zuhud tidak luput dari kritikan dan kecaman pedas dari para ulama. Mereka bisa menipu orang awam tapi jangan harap bisa menipu ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Ahli Tarikh Islam, Al Imam Al Hafidh Adz Dzahabi mengomentari tertipunya Al Manshur, seorang khalifah Bani Abbasiyah karena ulah seorang tokoh mu’tazilah, ‘Amr bin ‘Ubaid. Khalifah bersyair :
Semua kalian berjalan dengan perlahan-lahan
Semua kalian memburu buruannya
Kecuali ‘Amr bin ‘Ubaid

Imam Adz Dzahabi berkata : “Dia (Manshur) tertipu dengan kezuhudan dan lagak keikhlasannya hingga dia melupakan kebid’ahannya.” (Lihat Siyar A’lamin Nubala 6/105 dan Naqdur Rijal karya Syaikh Rabi’ halaman 12)

Ushulus Sittah
“Jamaah ini memiliki manhaj yang dijadikan dasar sebagai tempat rujukan yang dinamakan Ushulus Sittah (enam dasar), Ushulus Sittah tersebut berisi :
1. Merealisasikan kalimat thayibah Laa Ilaha Illallah Muhammadar Rasulullah.
2. Shalat dengan khusyu’ dan khudhu’ (penuh ketundukan).
3. Ilmu dan dzikir.
4. Memuliakan kaum Muslimin.
5. Memperbaiki niat dan mengikhlaskannya.
6. Keluar (khuruj) di jalan Allah.

Perhatikanlah wahai para pembaca yang budiman terhadap Ushulus Sittah ini. Kemudian kita lihat apakah mereka berada di atas manhaj yang benar dalam memahami, mempraktikkan, dan mendakwahkan dasar-dasar ini. Sebelum kita membicarakannya, Anda harus mengetahui terlebih dahulu bahwa Ushulus Sittah ini memiliki Kalimat Rahasia. Jika Anda telah mengenalinya akan bisa –dengan ijin Allah– memahami semua pendapat dan gerakan jamaah ini dengan mengembalikan semua ucapan dan perbuatan tersebut kepada Kalimat Rahasia ini. Kalimat Rahasia itu adalah segala sesuatu yang menyebabkan lari atau berselisih antara dua orang maka harus diputus dan dilenyapkan dari manhaj jamaah ini.

Sekarang mari bersama saya membahas dasar yang pertama jamaah ini, yaitu merealisasikan dua kalimat syahadat. Apakah Anda telah mengetahui cara merealisasikan dua kalimat syahadat di atas.

Realisasi dua kalimat syahadat itu adalah dengan cara mewujudkan tiga jenis tauhid, Tauhid Uluhiyah, Rububiyah, dan Asma’ was Sifat. Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alus Syaikh rahmatullah ‘alaihi mengatakan dalam Kitab Fathul Majid halaman 84 :

“Ucapan beliau, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab : ‘Bab Siapa Yang Merealisasikan Tauhid Akan Masuk Surga Tanpa Dihisab. Yaitu tanpa diadzab.’ Saya (Syaikh Abdurrahman) katakan : Merealisasikannya adalah (dengan cara) memurnikan dan membersihkannya dari noda-noda syirik, kebid’ahan, dan kemaksiatan.” Setelah kita memahami makna kalimat tauhid di atas dan Kalimat Rahasia yang ada pada mereka baiklah sekarang kita lihat realisasinya pada jamaah ini. Mereka merealisasikan kalimat ini dengan hanya berbicara sekitar tauhid Rububiyah saja. Mengapa demikian. Karena hal itu tidak sampai menyebabkan terjadinya perpecahan, membuat orang lari, dan berselisih antara dua orang Muslim.

Adapun kalau berbicara tentang tauhid Al Asma’ was Shifat maka akan menyebabkan terjadinya perpecahan, membuat orang lari, dan perselisihan karena di sana ada kelompok asy’ariyah, maturidiyah, jahmiyah, hululiyah, ittihadiyah, dan Salafiyah. Mereka semua berbeda dalam masalah ini. Dan dasar yang dijalani oleh jamaah tabligh dalam Kalimat Rahasia ini bahwa sesuatu yang akan menyebabkan orang lari, perselisihan, dan perpecahan antara dua orang maka harus dibuang dan ditiadakan dari manhaj jamaah ini.

Demikian juga jenis ketiga dari bagian tauhid, yaitu tauhid Uluhiyah maka pembicaraan dalam masalah ini diputus dan ditiadakan karena akan menyebabkan terjadinya perpecahan dan perselisihan karena nanti ada yang Salafi dan ada yang khalafi quburi. Yang pertama (Salafi, pent.) tidak membolehkan seseorang bepergian ke kuburan, shalat di sisinya, (shalat) ke arahnya, thawaf di situ, tawassul dengan orang-orang shalih, istighatsah kepada mereka, dan seterusnya. Berbeda dengan yang kedua (khalafi quburi, pent.), semua hal tadi boleh bahkan yang kita sebutkan tadi adalah intisari agama mereka.

Oleh karena itu wahai saudaraku yang mulia, jika ada di antara mereka yang menerangkan dasar ini tidaklah mereka mengatakan kecuali segala puji bagi Allah yang telah menciptakan kita, memberi rizki kepada kita, memberi nikmat kepada kita, dan seterusnya yang berkaitan dengan tauhid Rububiyah saja. Kita telah mengetahui bahwa yang namanya ilmu adalah firman Allah, sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, serta ucapan para shahabat, apakah dalam bidang aqidah, ibadah, muamalah, akhlak, dan yang lainnya. Mereka menyatakan ilmu itu ada dua, ilmu fadha’il yang berasal dari mereka dan ilmu masa’il yang berasal dari para ulama yang berada di setiap negeri. Setiap orang yang khuruj (keluar berdakwah) bersama mereka hendaknya mengambil (ilmu masa’il) tersebut dari para ulama di negeri masing-masing.

Apakah Anda telah memperhatikan pembagian ini. Dan mengapa mereka membolehkan seseorang berbicara tentang ilmu fadha’il dan melarang berbicara ilmu masa’il bahkan menganjurkan orang yang khuruj bersama mereka untuk mengambil ilmu tersebut dari para ulama di negeri masing-masing. Karena ilmu yang pertama (fadha’il) tidak menimbulkan perpecahan dan perselisihan, berbeda dengan yang kedua yang akan menimbulkan perpecahan.

Dalam perkara amar ma’ruf nahi munkar mereka juga menggunakan senjata Kalimat Rahasia ini. Mestinya amar ma’ruf nahi munkar itu diterapkan dalam semua perkara akan tetapi mereka menerapkannya dalam perkara yang sekiranya tidak menimbulkan perpecahan. Lalu bagaimana mereka mempraktikkannya. Maka jawabnya dengan cara pemaparan, yaitu mereka memaparkan hadits-hadits dan ayat-ayat yang berisi anjuran untuk melaksanakan perbuatan itu atau meninggalkan perbuatan yang dilakukannya tanpa menembus sisi aqidah. Mereka akan mengatakan kepada orang yang meninggalkan shalat –misalnya– :[ “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (QS. Al Mukminun : 12) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam besabda : “Tidaklah setiap hamba Muslim shalat untuk Allah di setiap harinya dua belas rakaat tathawwu’ bukan fardlu kecuali Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di Surga.” Ini keutamaan shalat yang sunnah maka bagaimana dengan yang fardlu. ]

Oleh karena itu bila ada orang yang bermaksiat ikut khuruj (keluar) bersama mereka ingin merokok maka mereka membolehkannya bahkan membelikan rokok untuknya. Demikian juga peminum arak mereka akan membawakan botolnya. Dan kalau orang itu ingin mencukur jenggotnya mereka akan berikan pisau cukur untuknya atau mereka akan membawanya ke tukang cukur. Mungkin Anda akan berkata : “Ini hanyalah hal-hal yang dilebih-lebihkan saja.” Maka saya katakan : “Semoga Allah memberi hidayah kepadaku dan kepada Anda.” Cerita tidak sama dengan orang yang menyaksikan. Lihatlah buku-buku yang mengkritik mereka, Anda akan dapati perkara yang lebih aneh lagi.

Ketahuilah, mereka memiliki dua pertemuan rutin di malam Selasa dan Rabu. Pertemuan pertama untuk orang-orang yang pulang dari khuruj. Pada pertemuan pertama dihadirkan di hadapan mereka orang-orang yang ingin diberi semangat untuk khuruj bersama mereka atau untuk mempengaruhi mereka. Pertemuan kedua untuk menata khuruj pada waktu Ashar di hari Rabu. Amir pertemuan berkata kepada salah seorang yang telah khuruj –agar yang baru dan para pendengar mengetahui– : “Berapa hari Anda khuruj.” Yang khuruj menjawab: “Saya khuruj selama 4 bulan di jalan Allah.” Sang amir berkata : “Masya Allah! Di mana Anda habiskan semua waktu Anda itu.” Yang khuruj menjawab : “10 hari di negeri-negeri Teluk, 20 hari di belantara Afrika, 1 bulan di Eropa, 1 bulan di Amerika Selatan, 1 bulan di Asia Timur, India, dan Pakistan.” Maka sang amir pertemuan berkata (perhatikan ucapannya) : “Masya Allah! Anda adalah dai dan ketahuilah dai itu seperti awan yang datang ke bumi turun berupa air hujan kemudian menyirami mereka. Berbeda dengan ulama, mereka itu ibarat sumur, jika Anda merasa haus Anda harus menempuh perjalanan sejauh 1 mil untuk mendatangi sumur itu maka Anda akan mati dulu sebelum sampai ke sumur tersebut. Bahkan mungkin Anda tidak bisa minum karena timba yang digunakan untuk mengambilnya tidak ada. Dan kalau Anda ingin minum maka Anda harus datang ke pinggir sumur kemudian menimba dulu baru engkau bisa minum.”

Apakah Anda merasa tergugah –seperti tergugahnya para pendengar cerita itu– yang lebih memuliakan dai dari orang yang alim! Maka akibat dari cerita ini jika salah seorang di antara mereka ingin duduk menuntut ilmu, diceritakanlah kisah ini maka akhirnya diapun ingin menjadi awan saja daripada menjadi sumur! Agar Anda tidak kebingungan setelah membaca kisah ini maka harus diterangkan di sini kekeliruannya. Saya katakan –dengan mengharapkan bimbingan Allah– : Ketahuilah –semoga Allah membimbing kita kepada jalan-jalan kebaikan– bahwa awan yang turun berupa hujan tidaklah menumbuhkan kecuali rerumputan untuk pakan ternak pada umumnya dan hanya menumbuhkan rumput yang bersifat musiman. Bahkan kalau hujan itu turunnya di bumi yang gersang atau tidak pada musimnya, tidak bermanfaat. Dan kadang-kadang awan itu membawa kerusakan dan menimbulkan kehancuran. Berbeda halnya dengan air sumur, dia bisa dijadikan air minunm dan untuk bercocok tanam. Dan biasanya daerah yang ada sumurnya kehidupan di sana lebih bertahan lama karena penduduknya bisa bercocok tanam, minum, memanen hasil tanamannya, dan seterusnya. Dan keberadaan sumur bisa memberi manfaat bagi orang yang tinggal di situ dan bagi orang yang lewat apakah untuk diri mereka, tunggangan mereka, untuk tanaman mereka, dan perbekalan mereka dengan cara disimpan dalam bejana-bejana. Sumur, setiap saat airnya bersih, jernih, dan harum, apakah Anda berpikir untuk meninggalkannya.

Ada kisah lain, mudah-mudahan semakin memperjelas kesesatan jamaah ini. Diceritakan di hadapan para pemula yang ingin menuntut ilmu syar’i bahwa salah seorang di antara mereka berkata : [ “Kemana Anda akan pergi wahai fulan.” Maka yang lain akan menjawab : “Aku akan pergi belajar.” Kemudian orang yang pertama tadi berkata : “Untuk apa.” Yang lain berkata : “Agar aku mengetahui perkara yang halal dan haram.” Yang pertama berkata : “Subhanallah, Anda tidak tahu perkara yang halal dan haram.! Apakah anda tidak mendengar bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ‘Mintalah fatwa kepada hatimu meskipun banyak orang yang memberi fatwa kepadamu.’ Subhanallah, sampai sekarang engkau tidak mengetahui perkara yang halal dan yang haram padahal banyak binatang yang mengerti tentang itu. Apakah Anda tidak melihat kucing ketika Anda letakkan makanan di suatu tempat kemudian Anda pergi dan kembali lagi sebentar setelah itu maka Anda akan lihat dia memakannya dan ketika melihatmu dia akan lari. Berbeda dengan kalau Anda duduk di atas kursi makanmu kemudian Anda letakkan di sebelahmu sesuatu makanan maka dia akan makan dengan tenang di sebelahmu. Pada kasus yang pertama kucing itu tahu bahwa dia terjatuh ke dalam perbuatan yang haram oleh karena itu dia lari. Dan pada kasus yang kedua, dia tahu bahwa makanan yang didapatkannya halal oleh karena itu dia makan bersamamu dengan tenang. Wahai saudaraku, akal kaum Mukminin bisa membedakan mana yang halal dan mana yang haram! Oleh karena itu mintalah fatwa kepada hatimu walau banyak orang yang memberi fatwa kepadamu.!” ]

Maka wahai saudaraku, apakah Anda setuju dengan permisalan seperti itu. Tentunya bagi seorang Muslim dalam menentukan perkara halal/haram dan perkara lain dalam urusan agama ini harus bersandar kepada Al Qur’an dan As Sunnah. Sebab kalau masing-masing orang diberikan kebebasan menentukan urusan agama ini sekehendaknya sendiri niscaya akan rusak agama yang mulia ini. Adapun perkara minta fatwa kepada hati dalam menentukan suatu permasalahan, hal ini kadang-kadang bisa diterapkan dalam hal-hal yang memang belum jelas urusannya dalam agama ini. Dan tentunya syaratnya dia harus seorang rasikh (mendalam) ilmunya dalam Dien ini dan tidak dikhawatirkan hawa nafsu mempengaruhinya. Diceritakan bahwa salah seorang tabligh berbicara memberikan semangat kepada para pendengarnya untuk khuruj bersama mereka dengan meninggalkan anak, istri, keluarga, harta, negeri, dan lain-lainnya : “Wahai saudaraku, jika Anda meletakkan gula ke dalam gelas teh kemudian Anda tuangkan air dan Anda minum tanpa mengaduk gulanya maka Anda tidak akan merasakan manisnya gula. Dan jika Anda aduk maka akan merasakan manisnya gula. Demikian halnya dengan iman di dalam hati setiap manusia. Iman itu ada dan tidak akan bisa dirasakan manisnya oleh pemiliknya kecuali setelah mengaduknya dengan bergabung dan khuruj bersama jamaah ini.” Saya beranggapan, Anda akan segera membantah kisah ini dengan berkata : “Subhanallah! Jadi iman itu ada di setiap hati manusia.! Hingga di hati-hati orang munafik, kafir, dan murtad!” Dan barangkali Anda akan berkata pula : “Subhanallah! Jadi para ulama, penuntut ilmu, dai, orang awam dari kalangan pria dan wanita tidak akan merasakan manisnya iman bila tidak ikut khuruj dengan kalian.!” Mungkin Anda akan juga berkata : “Subhanallah! Bukankah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

‘Tiga perkara, barangsiapa ada pada dirinya tiga perkara itu akan merasakan manisnya iman : Menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya, dia mencintai seseorang karena Allah, dan dia benci kembali kepada kekufuran setelah dia diselamatkan Allah darinya sebagaimana dia benci kalau dilemparkan ke dalam neraka.’ (HR. Muslim 1/66)

Terakhir akan saya tutup dengan sebuah kisah bagaimana mereka mempermainkan syariat dan akal para pendengarnya. Amir khuruj membagi kelompoknya pada hari Kamis pagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama, tinggal di masjid membuat halaqah dzikir yang terus berkelanjutan hingga semua kelompok pulang. Kelompok kedua menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang lebih. Tugasnya mengetuk pintu-pintu rumah yang berdekatan dengan masjid dan mengajak mereka untuk hadir dan bergabung dalam kegiatan jamaah ini dan agar mereka menghadiri bayan (penjelasan) yang diadakan setelah Maghrib sampai Isya’. Dan sebelum semuanya berpencar sang amir menceritakan kepada mereka kisah-kisah untuk memberi pelajaran kepada mereka maka dia berkata : “Pernah pada suatu saat sebuah kelompok ke suatu daerah. Setelah mereka dibagi menjadi 2 kelompok berdiamlah kelompok pertama dalam masjid. Dan kelompok kedua keluar mengetuk pintu-pintu rumah. Setiap kali mereka mengetuk pintu, mereka tidak mendapati jawaban yang menyenangkan dan sambutan yang baik. Tetapi mereka terus mengetuk pintu-pintu rumah dan tetap saja tidak disambut dengan baik. Maka ada di antara mereka yang berkata : ‘Periksalah iman kalian, wahai teman-teman!’ Maka merekapun memeriksa iman mereka tapi mereka tidak mendapati cacat (!). Maka salah seorang mereka berkata : ‘Mungkin teman-teman kita yang kita tinggalkan di masjid lalai berdzikir kepada Allah.’ Maka mereka berkata : ‘Marilah kita lihat mereka!’ Maka ternyata mereka dapati teman-teman mereka yang ada di masjid lalai berdzikir kepada Allah. Saudaraku, apa yang terasa di dalam dirimu kalau engkau khuruj bersama mereka kemudian mereka menjadikanmu di halaqah masjid apakah Anda ketika mendengar kisah ini akan lalai dari dzikir kepada Allah. Atau engkau akan berusaha dengan keras agar Allah memberi taufiq kepada teman-temanmu yang di luar hingga mereka membawa hasil.”

Tidak diragukan lagi, inilah terjadi. Terlebih lagi jika si tablighi tadi menyandarkan perbuatannya itu dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bahwa :

“Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah dari beberapa rumah Allah (masjid), membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka kecuali akan turun sakinah (ketenangan) kepada mereka. Dan mereka akan diliputi rahmat, dinaungi malaikat, dan disebut-sebut Allah pada hamba-hamba yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim 4/2074)

Maka menurut mereka, penghuni masjid seperti sumber listrik dan kelompok kedua seperti lampu. Bila bergerak sumber listrik mereka akan hidup. Dan kalau tidak bergerak lampunya akan mati.  Apakah Anda pernah mendengar permisalan seperti ini dan apakah Anda pernah melihat cara berdalil seperti ini! (Quthbiyah oleh Abu Ibrahim halaman 4-12)

Kitab Rujukan Jamaah Tabligh

Syaikh Tuwaijiri berkata : “Kitab yang paling top di kalangan tabligh adalah kitab Tablighin Nishshab yang dikarang oleh salah seorang tokoh mereka yang bernama Muhammad Zakaria Al Kandahlawi. Mereka sangat mengagungkan kitab ini sebagaimana Ahlus Sunnah wal Jamaah mengagungkan Shahih Bukhari dan Shahih Muslim serta kitab hadits lain.

Para tablighi (orang tabligh) menjadikan kitab ini sebagai rujukan dan pegangan bagi orang India dan Ajam yang mengikuti mereka. Di dalam kitab ini (Tablighin Nishshab) berisi kesyirikan-kesyirikan, bid’ah-bid’ah, khurafat-khurafat, dan hadits-hadits yang palsu dan lemah yang banyak sekali. Kitab ini sebenarnya adalah kitab yang jelek dan jahat serta sarat dengan fitnah dan kesesatan. Orang-orang tabligh menjadikannya sebagai rujukan untuk menyebarkan kebid’ahan-kebid’ahan dan kesesatan mereka, melariskannya, dan memperindahnya kepada orang-orang yang bodoh yang mereka (orang-orang tabligh -red) lebih sesat dari binatang ternak … .

Dan termasuk juga yang mereka perindah adalah dengan mewajibkan ziarah ke kubur Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam setelah haji. Padahal dalam perkara itu hanya bersandar dengan hadits-hadits yang palsu. Dan orang tabligh memiliki kitab lain yang mereka jadikan sebagai pegangan dan rujukan para pengikut mereka dari kalangan Ajam, India, dan selainnya yaitu kitab yang bernama Hayatush Shahabah karya Muhammad Yusuf Al Kandahlawi. Kitab ini juga sarat dengan hadits-hadits yang palsu dan lemah. Dan ini termasuk kitab yang jahat, sesat, dan berisi fitnah.” (Lihat Al Qaulul Baligh halaman 11-12)

Dinukil dari:

www.assunnah.cjb.net/

www.darussalaf.or.id/

About these ads

Aksi

Information

16 responses

23 01 2009
jamaluddin at-tawawiyy as-salafiyy

asslamualaikum ya ustaz muhammad ali ismah al medani…ana salah seorang ahli jemaah dakwah isslami yang digelar orang umum sebagai jemaah tabligh..apa yang saya ingin nyatakan..astagfirullah! ustaz..mereka itu juga saudara kita…banyak dikalangan kami juga salafiyy…saya tidak pernah dengar di tempat saya perkataan seperti itu yang keluar dari mulut saudara saudara saya..seandainya mereka menyalafahami makna hadits saya akn tegur dan baiki…alhamdulillah dikalangan kami d sini banyak sudah yang diislah aqidahnya kaepada manhaj salaf..ustaz bertanggungjawab mendidik jemaah muslimin d tempat ustaz dengan cara bergaul dengan mereka..bukan dengan cara memisahkan diri dengan ahli ahli bi’dah walaupun ada dalil yang menyuruh kita jauhkan diri dari mereka…ustaz rujuk zaman permulaan islam..masyarakat kita bukan seperti zaman abbasiyyah iaitu zaman yang hebat dengan perdebatan aqidah..masyarakat kita banyak yang tidak tahu dan mereka hanyak ikut-ikut khuruj sahaja tapi blaa kita sebagai salafiyy mendekati mereka,mereka mudah d bimbing tapi bila kita jauh dari mereka,mereka sukaar di bimbing dan ust hanya tahu memburukkan mereka sahaja..nabi tidak pernah mengajar kita begitu yaa ustaz……

abu slafy 01->>

وعليكم السلام ورحمة الله

Sungguh kami menayangkan artikel ini bukan untuk mencari permusuhan atau menimbulkan perpecahan, tapi untuk mengingatkan manusia kepada agama yang haq, yang dibawa Nabi صلى الله عليه وسلم ,dimana beliau mengajarkan agama ini sudah sempurna. Jadi tidak memerlukan penambahan-penambahan baru.
Dan ini yang paling penting, kami sangat menginginkan keselamatan manusia dari adzab api neraka, karena kami yang paling perduli terhadap umat islam ini. Sebaiknya antum baca ini, baca ini dan baca ini.

بارك الله فيكم

5 05 2009
Cahyani

Ustadz.. berikut studi ilmiyyah tentang khuruj Jamaah Tabligh, Bagaimana tanggapan Ustadz..

smeoga manhaj salaf tetap menjunjung tinggi sisi keilmiyyahannya .

Berikut artikel dari teteshujan.wordpress.com

ya ustadz..

Apakah khuruj 3 hari, 40 hari, dan 4 bulan itu bid’ah??

Mereka berkata, khurujnya ahli dakwah selama 3 hari, 40 hari atau 4 bulan adalah bidah, sebab nabi saw dan para shohabatnya tidak pernah melakukannya, para tabiin dan juga para imam.

afwan DELETED

(Sumber: Kupas tuntas jamaah tabligh: II/ 5-27)

abu salafy 01->>

بسم الله الرحمن الرحيم

NA’AM jama’ah tabigh melakukan 2 KESALAHAN BESAR SEKALIGUS DALAM KHURUJ,

1). KE-BID’AH-AN.
2). MENYEBARKAN KEBODOHAN.

Ketahuilah (pelajarilah, fahamilah, ilmuilah) olehmu, ketika Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengutus Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhu ke negeri Yaman (kala itu adalah negeri kafir nasrani), beliau bersabda kepadanya :
“Jadikanlah yang pertama engkau dakwahkan kepada mereka adalah syahadat Laa Ilaaha Illallah (Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah).”
Siapakah Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhu? (Seperti sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم) beliau adalah penghulu/pemimpin para ulama, di syurga nanti para ulama berbaris dibelakang Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhu. Demikian tinggi kedudukan Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhu, dari hadits ini antum bisa bayangkan, betapa tinggi ilmu beliau.

Bandingkan dengan jama’ah tabligh (jamaah kompor, ndableg, bodoh, tanpa ilmu), kala mendatangi kampung2 menyebarkan kebobrokan dan kebodohan, apakah mereka berilmu? Laa (tidak)!!! Pernah ana tanya hal yg sepele (walau Tiada Hal Sepele Dalam Agama Ini klik dan baca) :”Antum mengajak manusia meramaikan dan memakmurkan masjid, ana mau tanya ya? Ada berapa rukun wudlu dan apa saja?” Sungguh mereka tidak bisa menjawab, bahkan amir jama’ahnya sekalipun!!!
Sadarlah wahai pengikut Muhammad Ilyas, tinggalkan cara beribadah pimpinan jamaah kalian (Muhammad Ilyas), dan ikuti cara beribadah yang telah Muhammad Rasulullah صلى الله عليه وسلم gariskan dan tetapkan. Jangan ikuti cara-cara baru. Karena Bid’ah itu sesat, dan kesesatan tempatnya dineraka, Allahul musta’an.
Belajarlah, di majelis-majelis ilmu asatidz ahlussunnah wa jama’ah as salafiyyah, niscaya engkau akan dapatkan cahaya, yang selama ini engkau cari.

والله أعـلــم

15 05 2009
Arief

Assalamualaikum. Ustadz. saya singkat saja, dulu ketika saya hidup cara jahiliyah. hanya orang2 dari jemaah tabligh yang tdk bosan2 ngingetin saya, masalah pentingngnya agama, dari saya sebel sampe saya akhirnya mau ikut mereka, intinya mereka tidak langsung menghakimi saya sebagai ahli neraka, tapi mereka masih punya prasangka baik terhadap hamba yang dhoif ini. jadi sangat beruntung di dunia ini ada tabligh, kalo enggak, banyak orang2 kaya saya bakal celaka dunia akherat.

abu salafy 01->>

والسلام عليكم و رحمت الله و بركاته

Sungguh keadaan antum sekarang ini lebih berbahaya dari pada waktu antum dalam keadaan yg dulu. Dulu tiap kali antum bermaksiat, antum sangat sadar melakukan kemaksiatan itu, dan berharap 1 saat nanti antum akan tobat.
Tapi sekarang ini antum dalam keadaan tersesat dan antum tidak sadar dan terus menerus antum dalam keadaan demikian, dan antum terus berjalan dalam kesesatan. Sungguh Syaitan itu sangat menyukai antum seperti sekarang ini, karena antum melakukan kemaksiatan yang lebih parah dari yang dulu
Segeralah antum tobat dengan taubatan nashuha, dan tinggalkanlah jama’ah itu.
Belajar dan pelajarilah ilmu agama ini dengan benar kepada ulama ulama atau ustadz ustadz salafiyah yang terpercaya dalam menyebarkan ilmu agama ini. Sungguh mereka adalah pelita dalam dizaman kegelapan ini.
Karena ibadah tanpa ilmu adalah kesesatan.

والله أعـلــم

بَارَكَ اللهُ فيكم

19 07 2009
nurhidayat

Assalamualaikum Wr Wb, ketika seseorang yang menginginkan agama islam hancur pasti senang melihat sesama muslim saling menghujat, seorang muslim yang bersih hatinya tidak akan berkata kotor dan menyinggung perasaan orang lain, sebaiknya jangan terlalu cepat memponis sesat jamaah tabligh, hanya Allah yang maha tahu, dan jika kita ragu akan sesuatu bertanyalah pada-Nya dengan istikharah tanpa harus menilai dahulu, dalam sebuah hadits dikisahkan ketika seseorang sholih mengatakan saudaranya yang penuh dosa pasti masuk neraka ternyata yang terjadi adalah sebaliknya, ada jutaan ulama di dunia. Saudaraku saya bukan jamaah tabligh saya juga bukan salafi tapi saya berharap Allah pasti akan lebih suka bila kita tetap bersaudara dan menjaga persaudaraan, perbaiki diri kita, nilai diri kita dulu sebelum jauh menilai orang lain, berjuang terus untuk islam dan bermanfaat untuk orang lain, perbedaan adalah rahmat, mengkritik mengingatkan adalah kewajiban tapi jangan lantas menyinggung perasaan, mengambil kesimpulan dan menilai sesat saudara seiman, hanya Allah yang maha tahu.

1 10 2009
rizal

terima kasih ya ustadz anda sudah mencerahkan saya besok jika ada teman2 saya yang ahli maksiat akan saya bilang ustadz abu salafy suruh kita usir orang tabligh yang sering ngajak kita ke masjid untuk sholat dan cinta agama karena mereka SESAT. biar teman saya mati dalam keadaan maksiat lebih baik daripada tersesat toh semuanya masuk neraka…betul pak ustadz yang luas ilmunya dan baik nasabnya…jazakallahu…

12 10 2009
Ahmad Fauzi

assalamualaikum saya syorkan kpd jaah tabligh belajar ilmu khasnya di pondok2 buang masa aje blajar ilmu lbih baik drpd khuruj lagi pun tabligh ni x mencegah kemungkaran bila khuruj bagi yang berkeluarga nafkah zahir bagi tapi nafkah batin kat isteri tu bagi ke ? bila kita nak tau isteri kita nakkan nafkah batin lebih baik mengaji drpd khuruj yg tak ada faedah

9 01 2010
M.YUNUS

Assalamualaikumwr.wb… saya mendoakan agar saya dan saudara semua mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Saya sudah 4 tahun kenal usaha dakwah rasulullah ini (yg orang menyebutnya JT). Saya sering baca2 pandangan jemaah salafi terhadap jemaah tabligh ini di internet. setelah sekian lama saya ikuti (baca) tulisan2 ustadz salafy ini, saya yakin saudara2 salafi telah belajar dan mengajarkan ilmu yg benar tentang islam, (sebagaimana pemahaman Salafusholeh), begitu pun dlm jemaah tabligh, ilmu2 dan amal2 yg diajarkan tidak ada bedanya dg ilmu ilmu yg ajarkan di salafy, tidak ada perkara2 baru yg di ajarkan, apalagi prilaku syirik… -bedanya- kami langsung praktek (amalkan).
akan tetapi, dalam hal “mengamalkan ilmunya” saudara2 salafy, jauh panggang dari api,
kadang2 ada fitnah yg di lontarkan kepada jemaah tabligh padahal saudara2 pasti tahu kekejaman fitnah itu sendiri, entah kenapa saudara2 dari salafy bisa dg mudah menyebar fitnah2 yg tdk berdasar. Kita umat islam ini bersaudara, kami hanya bisa balas fitnahan saudara2 ini dg senyuman ringan seraya berdoa semoga kita semua ditunjuki Allah ke jalan yg benar. Knapa saudara2 salafy tdk berdialog saja langsung dg ustad2 tabligh? survey langsung ke lapangan… agar bisa bertukar fikiran. jangan langsung difonis sesat, bid’ah, syirik.. Jangan sampai kita kena perumpamaan yg di katakan dlm Al qur’an. “perumpamaan mereka seperti keledai yg memikul kitab2 yg tebal” karena terlalu sibuk dg ìlmu. tetapi minim sekali dlm hal pengamalan. sudahlah… klu di ulas terlalu panjang… kita doa saja semoga Allah memberi petunjukNya kpd kita semua. mohon maaf klu ada kata2 yg salah..

8 02 2010
usman

salam.. maafkan saya dan rakan-rakan saya yang bertabligh ..

semoga saudara dirahmati Allah.

10 02 2010
Mohd Nadzrin Ibrahim

Ini lah rupa bentuk orang yang tertipu dengan ilmunya. Rasa sudah dapat ilmu sempurna. Tapi ilmunya tidak beri apa2 menafaat. Syaitan telah tipu ustaz.

Tapi org tabligh ramai yang tidak berilmu tetapi sedar tentang kepentingan agama dan cuba amal keseluruhan agama. Allah akan ajar mereka. Anak keturunan mereka akan jadi org2 yg berilmu juga.

Abu Salafy 01>>

Ilmu apa tuan? Bagaimna dengan fatwa2 ulama ini???
http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/
http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/
http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/

Cuba tuan baca ini (Pengakuan Seorang Mantan Jamaah Tabligh)

http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/

13 03 2010
jan

ya allah apa pula yg di jwb abu salaf…anda menganggap orang yang berbuat maksiat lebih baik daripada orang yang berdakwah dijalan allah…smga sja anda benar dg perkataan anda…mgkin ilmu anda ini sangat banyak hingga dengan mudah mengkafirkan orang…saya orang tabligh tapi saya tau k0q brp rukun wudhu itu…dan banyak pula di antara orang tabligh lulusan al azhar.pakistan makkah dll..

Abu Salafy 01>>

Kalau pelaku maksiat, maka dia sadar atas kemaksiatannya, yg satu saat akan dapat diharapkan, beda dengan bid’ah, yg mana orang menjalankan akan menganggap itu ibadah, padahal Nabi kita tidak pernah mengajarkannya, silakan merujuk kesini tentang bahaya bid’ah:
http://ashthy.wordpress.com/

14 03 2010
Deniansyah

Assalammu’alaikum…

Maaf saya ingin mengkritik yang mempunyai blog ini..
“Saudara muslim saja kau bilang sesat, bid’ah, NERAKA!”..

Ga semua bid’ah sesat, ada bid’ah yang hasanah.. seperti jumlah rokaat tarawih, pembukuan al quran, pendirian pesantren di mesjid, doa dari seorang hamba yang bukan dari rasulullaj(allahumma inni as’aluka bianni asyhadu…..)

Jadi, saya rasa apabila antum mengatakan golongan yang lain sesat, bid’ah dan NERAKA itu adalah salah. dan secara tidak langsung, antum udah merasa golongan anda paling benar… Jangan sampai ada perasaan kya gitu..

Ingat, hargai pendapat… kalau memang niat antum baik, satukan umat ini.. dan inget, musuh kamu bukan saudaramu.. lihatlah di luar sana, orang yahudi sengaja mengacak-ngacakkan muslim.. perbedaan pendapat dijadikan sarana untuk berperang sesama muslim..

Disini, saya tidak membela salafiyyin, wahabi maupun tabligh, karena, saya pernah mengaji di orang2 tabligh, salafy juga.. saya hargai mereka semua.. dan saya anggap saudara saya.. dan jangan sampai ada perpecahan.. adanya perbedaan pendapat, ada ulama yang mempertanggung jawabkannya.. jangan berdebat kusir..

Maaf, kalau ucapan saya salah.. saya hanya siswa 2 sma yang mengucapkan apa yang saya ketahui…

“Mudah-mudahan, kita tetap menjalin silahturahmi meski banyak perbedaan, dan jangan saling benci.. serta menjadi ahli surga dari berbagai pintu yang Allah janjikan..amin…”

Abu Salafy 01>>

Bid’ah itu sesat sayang, baca Hadits ini:
http://belajaralislam.wordpress.com/kami/
Makna bid’ah:
http://ashthy.wordpress.com/
Tidak ada bid’ah hasanah:
http://aththaifah.wordpress.com/
Bahaya bid’ah:
http://ashthy.wordpress.com/

9 04 2010
Laiba

Bismillahirrahmanirrahim..Assalammualaikum w.b.t. Di sini saya mengakui apa yang Ustadz katakan mengenai jemaah tabligh itu benar. Diharapkan pembaca yang lain juga tolong selidiki dan bandingkanlah apa yang diajar oleh Rasulullah s.a.w dengan apa yang diajar dalam jemaah tabligh ini. Pasti kalian akan dapat melihat penyimpangan dan kesesatan yang dibawa oleh jemaah ini yang mengakui mengikut “Ahli/Ahlus Sunnah Wal Jamaah! Padahal, mereka ini JAHIL mengenainya dan terpesong dari jalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah! Naudzubillah.. Saya dengan beraninya mengatakan sebegini bukan sembarangan @ ngomong kosong tapi dengan bukti-bukti yang kukuh lagi nyata. Saya merupakan isteri kepada salah seorang jemaah tabligh yang kini sedang dalam perbicaraan di mahkamah di mana saya menuntut fasakh untuk bercerai dengannya. Salah satu pertuduhan yang saya sabitkan ke atas “suami” ialah “akidah saya telah dipesongkan oleh suami melalui ajaran sesatnya (tabligh)”. Di sini saya nyatakan beberapa kebatilan jemaah tabligh yang “suami” saya pernah beritahukan pada saya apa yang dia pelajari dari maulana/syaikh/amir tablighnya. Antaranya:

1. Mencela dan menghina Ustaz dan Ustazah serta alim ulama keluaran Universiti Al-Azhar. (mencela orang-orang soleh, memuliakan orang-orang jahat).
– Ketika semua orang Islam sedang memuliakan institusi pengajian Islam termasyhur itu, meraka pula sibuk menghina universiti al-Azhar itu. Semua ulama’ mengiktiraf Universiti al-Azhar dan ulama’nya.

2. Menghina dan merendah-rendahkan Mufti Malaysia khususnya sebaliknya mereka mengagung-agungkan maulana dan syaikh-syaikh mereka.
– Mereka mengatakan bahawa Mufti-mufti Malaysia ni tahap mereka sebagai pelajar. Mereka tidak abis blaja lagi. Jika dibandingkan dengan maulana dan syaikh2 jama’ah mereka, jauh berbeza.
– Akibat terlalu taksub, mereka tak nak dengar ceramah2 yang disampaikan oleh ustaz dan ustazah serta alim ulama dalam televisyen, radio dan sebagainya.
– Mereka hanya beli buku karangan maulana-maulana dan syaikh-syaikh mereka sahaja.

3. Mengherdik dan menyatakan bahawa kata-kata ustaz dan alim ulama dalam setiap ceramahnya adalah tidak betul. Kata-kata tersebut ialah kata-kata yang sering diucapkan oleh setiap penceramah sebagai penutup ceramah mereka iaitu:
“Sesungguhnya yang baik itu datangnya dari Allah manakala yang buruk itu datangnya dari kelemahan diri saya sendiri”. Sebaliknya mereka menyatakan yang sebenarnya kene kata begini: “Sesungguhnya yang baik dan buruk itu datangnya dari Allah”. Inilah kebodohan dan kejahilan jemaah ini! Mereka sombong dan tiada langsung dalam hati mereka untuk menyatakan kelemahan dan kekurangan diri mereka! Selain itu mereka menafikan bahawa “Fitnah itu lebih besar dosanya daripada membunuh”. Sebaliknya mengatakan bahawa ada lg dosa yg lebih besar dari fitnah itu..tak boleh kata fitnah itu lebih besar dari membunuh. Mereka ini sangat jahil sedangkan dalam Al-Quran pada surah Al-Baqarah ayat 191 dan 217 ada menyatakan bahawa “Fitnah itu lebih kejam atau besar dosanya dari membunuh”.

4. Tidak boleh menyalahkan dan hukum orang yang berbuat salah kerana semua itu bukan kehendak mereka tapi itu takdir mereka.
– Ini bermakna, jika mereka mencuri atau merompak, berzina dan melakukan jenayah itu semua takdir mereka. Tidak boleh salahkan mereka. Bodoh sungguh! Ini sangat bertentangan dengan hukum dan qadar takdir ALLAH!

5. Bukan sebarangan orang boleh tafsir Al-Quran. Ape yang ade dalam tafsir itu bukan itu yang dimaksudkan. Ade maksud lain yang tersirat disebalik tafsir itu.
– Mereka mengibaratkan terjemahan makna Al-Quran @ ayat-ayat Al-Qur’an itu seperti peribahasa dan bidalan melayu seperti “Buah hati” yang bermaksud Kekasih hati, “Darah Panas” yang bermaksud pemarah. Sebenarnya, ayat-ayat Al-Quran ada yg maknanya jelas dan ada yg maknanya samar-samar. Bukanlah semuanya itu samar dan memerlukan tafsiran yg tepat seperti yg mereka katakan..Memang jahil sangat-sangat mereka ini!

6. Jangan terlalu rajin sangat atau sungguh-sungguh dengan kerja dunia, itu semua dunia. Kita perlu tumpu dan bersungguh-sungguh dalam usaha agama (keluar tabligh) dan beribadat pada Allah.

– Mereka hanya kejar akhirat, lupa dunia. Ini bertentangan dengan hadis nabi s.a.w:

Rasulullah s.a.w bersabda: Mafhumnya: “Seandainya salah seorang daripada kamu berjalan bersama saudaranya dengan tujuan untuk menunaikan hajat keperluannya maka ianya (perbuatan ini) adalah lebih afdal daripada beriktikaf di masjid-ku ini (Masjid Nabawi) untuk tempoh dua bulan” (H.R.al-hakim)

7. Mereka riak dan sombong dan langsung tiada langsung rasa tawaduk malah dengan rasa tak malu dan sedar dirinya mengatakan mereka ini pembawa rahmat!
– Ini sesuatu yang sangat memalukan dan hanya dikeluarkan oleh orang-orang yang jahil, berfikiran jumud dan bodoh sahaja! Hanya Nabi s.a.w pembawa rahmat bagi seluruh alam ini.

*** Ayuh saudaraku sekalian, HIDUPKAN SUNNAH, HANCURKAN BIDA’AH!!!!!! ****

abu salafy 01>>

Barakallaahu fiikum

9 06 2010
HA

sebaiknya yg di perangi itu kemaksiatan…ajak umat ini utk amar ma’ruf nahi munkar…bukannya berdebat soal bid’ah….anda2 menggunakan sarana ini untuk berdakwah apakah itu bukan bid’ah…

9 06 2010
HA

lebih baik islah diri masing2 ustazd…jika anda merasa benar…harus nya anda ajak umat ini utk taat kdp Alloh dan Rosul…bukannya harus mencari kesalahan org lain…anda gunakan situs ini utk media dakwah anda apakah itu bukan bid’ah…. wasalam

10 07 2010
brekele ruwet

Bismillah..
abu salaf yg faham dan merasa faham..trlihat dri anda buat blog ini merasa paling benar,paling baik,apakah anda dari klompok yg mngatasnamakan salafy/wahabi yg sllu mntakfirkan sadaramu bid’ah sesat.kafir..naudzubillah .ane suudzon z sm anda..
kthuilah..orng tablig itu adalh orang yg cinta damai,walau sedikit ilmu nmun lngsung amal,prcuma ilmu banyak tdk diamalkan..hnya bisa bicara nmun dirinya enggan mngamalkannya..

admin,

Wah anda sudah menjastis kami sebagai takfiri (meng-kafir-kan sesama muslim)!!! Padahal kami TIDAK PERNAH MENG-KAFIR-KAN SEORANG MUSLIM-PUN!!! Ini bukti tulisan kami, dan bacalah:
Bahaya Mengkafirkan Sesama Muslim
http://abusalafy01.wordpress.com/2009/01/13/bahaya-mengkafirkan-sesama-muslim/

14 09 2010
fuza

Ya Allah… berilah hidayat dan petunjuk kepada kami semua. yes i am umat muhammad yang masih belajar. i am Jemaah Tabligh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: